FREE BACKLINK - BACKLINK DIRECTORY

Jumat, 23 November 2012

Kejuaraan Dunia Karate Kata Kalah, Indonesia Terperangah



SETELAH beberapa nomor kumite, giliran karateka kata beregu putra lengser. Dan, itu bikin Indonesia terperangah.   

Faisal, Azwar, dan Fedilis Lolobua begitu diandalkan di Kejuaraan Dunia 2012 Paris, Prancis. Meski bukan mengejar meraih medali emas, Indonesia setidaknya berharap bisa bersaing di zona perunggu. Faktanya, harapan pupus. Pelatih kepala Omita Olga Ompi pun terheran-heran. 

Kamis (22/11) malam waktu Omnisport de Paris Bercy, Paris, atau Jumat (23/11) WIB, trio Meraih Putih ditundukkani tim UEA. Padahal, pelatih dan tim manajer Indonesisa menilai aksi karateka lawan tak lebih baik dari karateka Indonesia. 

"Saya tak percaya dengan semua itu. Faisal dkk tampil lebih bagus ketimbang lawan," sergah Omita seperti dikutip dari rilis PB FORKI yang dikirim ke meja redaksi sportiplus.com. 

Memang, Omita mengakui anak asuhnya tengah beradaptasi dengan teknik kata tanpa banyak suara. Sejak kekalahan di Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Bangkok, Thailand, Oktober lalu, Omita minta Faizal dkk menerapkan teknik kata yang lebih soft. 

Teknik itu dipertimbangkan berdasarkan masukan dari para wasit di Bangkok. Kekalahan Faizal dkk di Bangkok disebabkan mereka terlalu banyak mengeluarkan suara saat memukul atau pergerakan kaki di matras. Itu yang kemudian diasah di pelatnas dan diterapkan pada Kejuaraan Dunia ini. 

Sayangnya, itu belum membuahkan hasil maksimal. Di luar itu, Omita mengaku belum mengetahui kekalahan kata beregu Indonesia akibat faktor non-teknis atau bukan.
Sebetulnya, jika melewati UEA, Faizal dkk akan bertemu Malaysia, rival abadi di level Asia Tenggara. Tapi, setelah depak Kenya dan habisi UEA, tim Negeri Jiran itu kalah dari Jepang di babak 3. 
 
"Kalau Indonesia bisa melewati UEA, ceritanya tentu lain. Tak mustahil Indonesia yang bertemu Jepang. Itu sebabnya, kami tak percaya UEA bisa sisihkan Faizal dkk,” ujar Djafar E Djantang, tim manajer Indonesia.  

Omita dan Djafar pun ingin segera evaluasi kegagalan itu demi perbaikan. Apalagi, Faizal dkk diharapkan pertahankan gelar di Premier League 2013 dan SEA Games XXVII-2013 Myanmar. 
 
"Kami akan segera evaluasi, termasuk kekalahan-kekalahan para karateka kumite. Yang jelas, kami dapat banyak pelajaran berharga dari Kejuaraan Dunia ini," papar Djafar. 

Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji menyatakan hasil di Paris tak serta merta menunjukkan kegagalan para karateka pelatnas. Mereka akan meneruskan kiprahnya di pelatnas sampai Piala KSAD, Februari 2013. PB FORKI memang menerapkan sistem promosi-degradasi dan diawali di Piala KSAD.  

"Keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia buat menambah jam terbang internasional. Promosi degradasi dilakukan setelah Piala KSAD," tukas Hendardji. 

Meski begitu, Hendardji minta para pelatih mengevaluasi hasil di Kejuaraan Dunia 2012, termasuk kekalahan kata beregu. Menurutnya, penampilan Faizal dkk memang cenderung menurun. Secara teknik sempurna, tapi Hendardji melihat gerakan mereka melambat. 

"Tak seperti biasanya. Selama ini mereka powerful dan cepat. Itu yang saya pikir jadi salah 1 faktor penyebab kekalahan," tegas Hendardji. 

Jumat (23/11), Indonesia punya peluang ukir prestasi di nomor kumite beregu putra. Indonesia turunkan Umar Syarief, Donny Dharmawan, Jintar Simanjuntak, dan Caesar Hutagalung. Christo Mondolu kemungkinan absen demi hindari risiko lebih parah setelah dapat 3 jahitan di pelipis kirinya saat turun di kumite -67 kg putra.  

"Kegagalan di kumite perseorangan dan kata beregu memacu kami berbuat yang terbaik di kumite beregu. Semoga saja kami bisa mewujudkan ambisi meraih prestasi bagus di ajang dunia ini," cetus Umar, karateka paling senior di tim Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar